Ngajeni (Ngaji Seni) untuk Pameran Seni Rupa "Dari Akal Turun ke Hati"



Ngajeni (Ngaji Seni) untuk Pameran Seni Rupa "Dari Akal Turun ke Hati"
Diselenggarakan oleh Jejarin Seniman KHAT


Ngajeni I


Materi 1 Ngajeni I: 

Penciptaan Lukisan dengan Kombinasi Teknik Kolase dan Teknik Splattering

 


Material kolase yang dibuat dengan cetak sublim digital pada kain polyester digunakan untuk penciptaan lukisan. Teknik kolase tersebut dipadukan dengan teknik cipratan (splattering). Temuan ini dihasilkan melalui penelitian “Penciptaan Lukisan dengan Kombinasi Teknik Kolase Ornamen Tradisional dan Teknik Splattering” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta pada skema Penelitian Terapan tahun 2024. Lukisan yang dihasilkan berjudul “Jamaah Masjid Jogja”, dibuat tahun 2024 dengan material cat akrilik di kanvas ukuran 65 x 100 cm.


CARA KIRIM KARYA DI KAMPUS SENI LUKIS PAINTING EXPLORER

 


Tahapan Kirim Karya
di Google Classroom PAINTING EXPLORER


Terima kasih banyak untuk Mas D. Koestrita yang telah membuatkan cara mengirim karya tugas di Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER


Rekan-rekan dapat mengikutinya lewat PDF berikut ini:

Versi HP Android



Versi Komputer

PENDAFTARAN PAMERAN LUKISAN “DISRUPSI MEMBUMI” PAINTING EXPLORER EXHIBITION #2



PENDAFTARAN PAMERAN LUKISAN “DISRUPSI MEMBUMI”

PAINTING EXPLORER EXHIBITION #2

Jogja, 24 Juni – 22 Juli 2023

 

 

Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER kembali menyelenggarakan pameran lukisan, rekan-rekan seniman diundang turut serta. Tidak ada batasan usia, tidak ada batasan domisili, dan dapat menjual karya.

 

Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER adalah kampus online lewat kanal YouTube Membership PAINTING EXPLORER: www.youtube.com/@PAINTINGEXPLORER

 

Pamerannya di selenggarakan di Jogja tanggal 24 Juni – 22 Juli 2023, ini keterangan lengkapnya: https://youtu.be/niB66Giwhcs

 

Cara mengikutinya gampang: gabung ke kelas Kuliah Seni Lukis Advance, Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER lewat link ini: https://www.youtube.com/channel/UCOifNszuGtAJjTXYSRn1gyg/join

 

Tema pameran adalah “Disrupsi Membumi”, ini penjelasannya: https://youtu.be/VZ7HHbF6Kro

 

Profil Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER dapat diamati di sini: https://youtu.be/OubtcS_6k_Y

 

Tautan lebih rinci ada di Linktree PAINTING EXPLORER, dapat diakses lewat profil Instagram @deni.painting , @painting.explorer , atau link: https://linktr.ee/paintingexplorer

 

Kontak personal melalui DM Instagram:

@deni.painting https://instagram.com/deni.painting?igshid=YmMyMTA2M2Y=

@painting.explorer https://instagram.com/painting.explorer?igshid=YmMyMTA2M2Y=

 

Karya rekan-rekan kami tunggu. []


 








INI PERTAMA DI DUNIA SENI RUPA?

 



         “Ini pertama kali di dunia, pameran seni lukis secara offline sebagai hasil kuliah online di YouTube Membership,” demikian klaim yang saya sampaikan sambil melukis dalam siaran langsung di PAINTING EXPLORER Channel. “Jika pernyataan itu salah, jika ada peristiwa serupa yang terjadi di salah satu sudut bumi, saya akan mencabut pernyataan tersebut,” demikian kuimbuhkan.

Viewer yang mengikuti live streaming tersebut tentu saja tidak mau percaya begitu saja. Penonton yang kusapa dengan rekan-rekan PAINTING EXPLORER itu langsung Googling, mencari-cari, apakah ada pameran seni lukis secara luring yang karya-karyanya berasal dari perkuliahan daring lewat fitur YouTube Membership?

Setelah beberapa saat mereka mengabari bahwa tidak ada peristiwa serupa yang telah diselenggarakan. Komen lain memberikan ucapan selamat bahwa PAINTING EXPLORER telah menjadi pionir.

Saya nekat mengklaim seperti itu karena menimbang bahwa program Membership atau Langganan belum lama dikeluarkan oleh YouTube. Lebih dari itu, niche seni lukis tidak seluas ceruk lain semacam politik atau ekonomi. Memang kanal lukisan semakin lama semakin banyak, baik yang berbahasa Indonesia lebih-lebih Inggris, namun tidak banyak yang membuka program Membership, karena YouTube memberikan syarat tertentu untuk membukanya.

 

Kanal Seni Lukis

        PAINTING EXPLORER adalah kanal seni di YouTube, khususnya seni lukis, baik teori maupun praktik. Channel yang diluncurkan tanggal 7 Januari 2018 ini kontennya terhitung luas, dari tutorial lukisan sederhana, unboxing material lukis, kuliah estetika, hingga tafsir karya seni terkait peradaban. Singkat kata, lewat seni lukis saya explor kemana-mana. Melalui cara seperti itu, kini ketika tulisan ini dibuat, PAINTING EXPLORER telah mengunggah lebih dari 1.000 video.

        Empat tahun kemudian, tepatnya 15 Maret 2022, kanal ini meluncurkan Kampus Seni Lukis PAITING EXPLORER yang dijalankan dalam fitur YouTube Membership. Kampus online ini saya buka bersamaan dengan kuliah online yang mesti dijalani kampus-kampus di seluruh dunia karena pandemi. Demikian pula, di minat utama seni lukis, Prodi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, saya dan seluruh dosen pengampu menyelenggarakan kuliah online selama kurang lebih dua tahun. Saat itu, aplikasi Whatsapp banyak digunakan.

        Di PAINTING EXPLORER, tatap layar menggunakan platform YouTube, tugasnya diunggah di Google Classroom, dan koordinasinya melalui WA Grup.

Terdapat 5 kelas dalam edukasi seni ini, yaitu: Kuliah Seni Lukis Sit In, Kuliah Seni Lukis Placement, Kuliah Sketsa, Seni Lukis Elementer, dan Seni Lukis Advance. Sebelumnya kanal ini juga pernah menyelenggarakan Kuliah Seni Lukis Abstrak sebagai giveaway syukuran setelah mendapat lebih dari 10K subscriber; terdapat 10 tugas dalam Kuliah Seni Lukis Abstrak, kini sampai ke tugas ke-9.

        Dengan semangat disrupsi seni, sistem perkuliahan dibuat beda. Kelulusan tidak tergantung pada lama studi, tetapi kemampuan mencipta karya seni. Mahasiswa PAINTING EXPLORER akan diwisuda jika dapat berpameran tunggal dengan 25 lukisan hasil Kuliah Seni Lukis Advance. Pameran ini tentu disertai tetek-bengek perhelatan seni, seperti katalog dan upacara pembukaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar melukis tetapi juga berpameran seni lukis.

        Selain itu, kampus ini juga mendisrupsi umur mahasiswa. Tidak ada batasan untuk mengikuti perkuliahan. Selama ini, mahasiswa tertua berusia 52 tahun dan termuda 10 tahun.

       

Civitas Akademika yang Inspiratif

Di luar dugaan, progres skill mahasiswa PAINTING EXPLORER ternyata sangat kencang. Dalam Kuliah Sketsa, misalnya, di tugas ke-4 rata-rata mahasiswa telah dapat membuat garis spontan dan berani. Lebih-lebih, mereka mampu menambahkan efek cipratan tinta secara artistik.

Selain itu, banyak juga mahasiswa yang telah memiliki modal estetis. Bentuknya telah kuat, tekniknya telah mapan. Dengan demikian, tinggal menstimulasi dengan konsep yang menggelitik. Benar saja, ketika materi tentang “konsep penciptaan”, “konsep perwujudan”, “subject matter”, maupun “content” diberikan, mahasiswa online ini semakin melesat.

Hal yang lebih menggugah adalah semangat para pembelajar ini. Mental mahasiswa PAINTING EXPLORER sungguh kuat. Saya menerapkan teknik kritik seni sebagai yang saya gunakan ketika mengajar mahasiswa seni lukis ISI Yogyakarta. Kekurangan dan kelebihan karya mahasiswa saya katakan apa adanya meski terasa pedas.

Rupanya mental para seniman ini tidak terbuat dari kerupuk, tetapi baja. Kerupuk akan remuk ketika digepuk. Baja menjadi senjata saat ditempa.

Potensi yang tidak baen-bain ini eman-eman jika hanya saya yang menikmati. Karyanya mesti dapat dapat diakses publik. Jadi, apalagi kalau bukan pameran?

 

Konsep Pameran

Kami pun menggelar rapat lewat Google Meet. Ternyata pesertanya dari berbagai belahan Nusantara: Jakarta, Cilacap, Palembang, Pedamaran Ogan Komering Ilir, Jepara, Tegal, Bogor, Bandung, Surabaya, Padangsidimpuan, Jogja, dll. Kami memutuskan untuk menggelar pameran seni lukis.

Karya yang dipamerkan adalah hasil perkuliahan di PAINTING EXPLORER.  Baik lukisan maupun sketsa dapat ditampilkan. Material lukisan tidak terbatas, boleh kanvas boleh kertas.

Pameran secara offline hasil kuliah online menginspirasi untuk mengangkat tema alam yang terkoneksi dengan persoalan digital. Konten lukisan di YouTube sebenarnya juga tentang dua hal itu. Lukisan adalah karya manual, tampilannya di YouTube berubah menjadi digital. Untuk itu, tema “Lumbung Padi Lumbung Konten” menjadi pilihan.

Jauh sebelum mengenal teknologi modern, masyarakat Nusantara telah memiliki cara untuk menyimpan padi agar awet, bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Piranti tradisional itu adalah lumbung padi. Setelah panen dan menjalani proses pengeringan, padi disimpan dalam lumbung. Hal tersebut merupakan cara masyarakat saat itu untuk menjamin ketahanan pangan, jaminan untuk menghadapi masa paceklik.

Bentuk lumbung padi ini artistik, setiap daerah memiliki keunikan, namun rata-rata memakai jenis rumah panggung, lantainya ditinggikan agar tidak menyentuh tanah. Di Jawa, lumbung padi kadang disebut lumbung desa atau lumbung gabah. Masyarakat Minangkabau, membuat lumbung dengan pola rumah gadang dan menyebutnya rangkiak. Sementara itu masyarakat Sunda membuat leuit, dan penduduk Toraja mendirikan lumbung padi bergaya tongkonan.

Di era teknologi informasi digital, lumbung padi mengingatkan pada fenomena passive income. Di dunia online, passive income merupakan bentuk penghasilan yang diperoleh kendati penerima dalam keadaan pasif, tidak bekerja. Lebih tepatnya, pekerjaan hanya dilakukan sekali di awal tetapi hasilnya diperoleh sepanjang waktu. 

Contohnya adalah Microstock. Microstock berasal dari kata micropayment dan stock photography. Microstock merupakan stock atau gudang foto berkualitas tinggi, yang hak penggunaan atau lisensinya dapat dibeli. Seorang kontributor hanya perlu mengunggah sekali dan jika gambarnya didownload maka ia akan dibayar, jika karyanya diunduh berkali-kali ia pun gajian berkali-kali. Dengan kata lain Microstock adalah Lumbung Gambar. Demikian pula, seorang YouTuber akan mendapatkan penghasilan adsense berkali-kali untuk sebuah video yang ia upload jika video itu ditonton viewers. Inilah Lumbung Konten.

Mahasiswa dapat merespon tema “Lumbung Padi Lumbung Konten” ini dari sudut pandang lumbung padi saja, atau hanya lumbung konten, maupun menggabungkan keduanya dalam konsep yang kreatif.

                    

Kolaborasi Seni

Perlu banyak orang untuk mengangkat meja besar. Untuk menggelar pameran perdana PAINTING EXPLORER saya perlu menggandeng para pihak.

Kebetulan, Pak Taufik Ridwan selaku CEO Dini Art Management menanyakan perihal mockup pameran yang saya unggah di Facebook dan Instagram @deni.painting. Kerjasama pun berjalan. Pak Taufik yang memiliki banyak relasi langsung menemukan tempat menarik untuk berpameran.

Kami menuju Grand Rohan Hotel Jogja untuk bekerjasama. Pak Aan selaku General Manager hotel megah itu menerima dengan senang hati. Kami akan menggelar puluhan karya di hotel yang berhadap-hadapan dengan Jogja Expo Center itu.

Semua bersemangat, Mas Reno Iskajaya selaku Ketua Kelas Mahasiswa Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER akan ke Jogja meskipun menempuh jarak lebih dari 1.000 km dari Pedamaran OKI. Mas Koestrita, mahasiswa senior asal Jakarta, tidak hanya piawai berakrobat dengan teknik untuk lukisan abstrak. Beliau juga mahir memainkan alat musik, untuk itu di malam pembukaan akan membuat pameran semakin syahdu.

Para seniman PAINTING EXPLORER yang akan unjuk karya antara lain: Ahmad Fauzi, Bari Rusmi, D. Koestrita, Egis LR., Eka Wisnu Sumantri, Gani, Ida Masri, Hendra Lele, Kiki Ayam, Nia Nurmawati, Reno Iskajaya, Rosinda Kartika, Rutta, Sugeng Pribadi, William Marvel. Mereka memiliki kedahsyatan sendiri-sendiri. Mas Fauzi memiliki garis sketsa yang artistik; Mbak Bari mampu memadukan dua hal yang berbeda yaitu pemandangan imajinatif dengan bentuk flat; Mas Koestrita punya kejutan-kejutan teknis meski benang merahnya terjaga; Mas Egis artistik dalam mengeksekusi karya; Mas Eka mantab garis sketsanya; Mas Gani memiliki keberanian goresan; Mas Lele hadirkan alemen visual yang dinamis; Mas Kiki mampu stimulasi mood mendalam; Mbak Nia seperti penari dalam sketsanya; Mas Reno ciptakan bentuk unik; Mbak Rosinda berani bermain warna; Mas Rutta cerdas menerjemahkan tema; Pak Sugeng tampil dengan teknis prima; dan Mas William Sang Mahasiswa Termuda sungguh luar biasa semangatnya.

Saya tak mau ketinggalan semangat. Saat para mahasiswa menggelar pameran bersama, saya putuskan untuk menyelenggarkan pameran tunggal lukisan ke-4. Juluknya kali ini adalah “Responsibility: Apakah dosen seni lukis harus bisa melukis?”

Pameran “Lumbung Padi Lumbung Konten” akan dibuka oleh seorang pakar beras dari Yogyakarta: Ibu Rochani. Sementara itu, pameran tunggal saya akan ditandai dengan orasi seni oleh pelaku seni rupa Indonesia yang banyak akal: Agus Yaksapedia.

Semua kehebohan itu akan diselenggarakan pada tempat dan waktu yang sama: Grand Rohan Hotel Jogja, 22 Oktober 2022, pukul 19:15. Pameran berlangsung hingga 22 November 2022. Rekan-rekan semua kami undang untuk menjadi saksi. Harga tiketnya adalah cinta, gratis untuk rekan-rekan. []


Jogja yang sejuk dengan hujan November 2022

Deni Je (Konten Kreator PAINTING EXPLORER)


===]


Pameran Seni Lukis

Lumbung Padi Lumbung Konten

Karya Civitas Akademika PAINTING EXPLORER


Pembukaan: 22 Oktober 2022, pukul 19:15

Berlangsung hingga: 22 November 2022

Lokasi: Hotel Grand Rohan Jogja

 

Tiket: Gratis

 



1 UNDANGAN 2 PAMERAN SENI LUKIS: PAINTING EXPLORER

 





1 UNDANGAN 2 PAMERAN SENI LUKIS

Pembukaan: 22 Oktober 2022, pukul 19:15

Berlangsung hingga: 22 November 2022

Lokasi: Hotel Grand Rohan Jogja

 

Tiket: GRATIS

 

===

 

Pameran Seni Lukis

Lumbung Padi Lumbung Konten*

Karya Civitas Akademika PAINTING EXPLORER

 

Ini peristiwa pertama... Pameran lukisan hasil kuliah seni lukis di YouTube Membership

 

Senimannya antara lain: Ahmad Fauzi, Bari Rusmi, D. Koestrita, Egis LR., Eka Wisnu Sumantri, Gani, Ida Masri, Hendra Lele, Kiki Ayam, Nia Nurmawati, Reno Iskajaya, Rosinda Kartika, Rutta, William Marvel.

 

===

 

RESPONSIBILITY

Apakah dosen seni lukis harus bisa melukis?

 

Pameran Tunggal Lukisan Deni Je ke-4

 

===

 

Kerjasama:
- Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER

- Dini Art Management

- Grand Rohan Hotel Yogyakarta


INI PERISTIWA PERTAMA... PAMERAN LUKISAN HASIL KULIAH SENI LUKIS DI YOUTUBE MEMBERSHIP

 



INI PERISTIWA PERTAMA...

PAMERAN LUKISAN HASIL KULIAH SENI LUKIS DI YOUTUBE MEMBERSHIP

 

Rekan-rekan semua diundang hadir.
Tiket: Gratis

 

 

===

 

 

Pameran Seni Lukis

“Lumbung Padi Lumbung Konten”

Karya Civitas Akademika PAINTING EXPLORER

Pembukaan: 22 Oktober 2022, pukul 19:15

Berlangsung hingga: 22 November 2022

Lokasi: Hotel Grand Rohan Jogja

 

=====


Seniman Peserta Pameran

Peserta pameran adalah mahasiswa Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER. Karena kampus ini diselenggarakan secara online, pesertanya berasal dari berbagai kota, seperti: Jakarta, Cilacap, Palembang, Pedamaran Ogan Komering Ilir, Jepara, Tegal, Surabaya, Padangsidimpuan, dll. Senimannya antara lain: Ahmad Fauzi, Bari Rusmi, D. Koestrita, Egis LR., Eka Wisnu Sumantri, Gani, Ida Masri, Hendra Lele, Kiki Ayam, Nia Nurmawati, Reno Iskajaya, Rosinda Kartika, Rutta, William Marvel.

 

Penyelenggara Pameran

Pameran ini diselenggarakan oleh Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER. PAINTING EXPLORER adalah kanal seni di YouTube, khususnya seni lukis, baik teori maupun praktik. Channel ini dikelola oleh Deni Je. Selain sebagai konten kreator, ia juga seorang pelukis dan dosen seni lukis di ISI Yogyakarta.

 

Sejak 15 Maret 2022, PAITING EXPLORER Channel meluncurkan Kampus Seni Lukis yang dijalankan lewat fitur Membership YouTube. Terdapat 5 kelas dalam edukasi seni ini, yaitu: Kuliah Seni Lukis Sit In, Kuliah Seni Lukis Placement, Kuliah Sketsa, Seni Lukis Elementer, dan Seni Lukis Advance. Sebelumnya kanal ini juga pernah menyelenggarakan Kuliah Seni Lukis Abstrak sebagai giveaway syukuran setelah mendapat lebih dari 10K subscriber.

 

Karya

Karya seni yang dipamerkan telah melewati perkuliahan di Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER. Karya yang dipamerkan berupa lukisan dan sketsa dengan berbagai media.

 

Konsep Pameran

Jauh sebelum mengenal teknologi modern, masyarakat Nusantara telah memiliki cara untuk menyimpan padi agar awet, bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Piranti tradisional itu adalah lumbung padi. Setelah panen dan menjalani proses pengeringan, padi disimpan dalam lumbung. Ini merupakan cara masyarakat saat itu untuk menjamin ketahanan pangan, jaminan untuk menghadapi masa paceklik.

 

Bentuk lumbung padi ini artistik, dan setiap daerah memiliki keunikan, namun rata-rata memakai jenis rumah panggung, lantainya ditinggikan agar tidak menyentuh tanah.

Di Jawa, lumbung padi kadang disebut lumbung desa atau lumbung gabah. Masyarakat Minangkabau, membuat lumbung dengan pola rumah gadang dan menyebutnya rangkiak. Sementara itu masyarakat Sunda membuat leuit, dan penduduk Toraja mendirikan lumbung padi bergaya tongkonan.

 

Di era teknologi informasi digital, lumbung padi mengingatkan pada fenomena passive income. Di dunia online passive income merupakan bentuk penghasilan yang diperoleh kendati penerima dalam keadaan pasif, tidak bekerja. Lebih tepatnya, pekerjaan hanya dilakukan sekali di awal tetapi hasilnya diperoleh sepanjang waktu. 

 

Contohnya adalah Microstock. Microstock berasal dari kata micropayment dan stock photography. Microstock merupakan stock atau gudang foto berkualitas tinggi, yang hak penggunaan atau lisensinya dapat dibeli. Seorang kontributor hanya perlu mengunggah sekali dan jika gambarnya didownload maka ia akan dibayar, jika karyanya diunduh berkali-kali ia pun gajian berkali-kali. Dengan kata lain Microstock adalah Lumbung Gambar.

 

Demikian pula, seorang YouTuber akan mendapatkan penghasilan adsense berkali-kali untuk sebuah video yang ia upload jika video itu ditonton viewers. Inilah Lumbung Konten.

 

Pelukis merespon tema “Lumbung Padi Lumbung Konten” ini dari sudut pandang lumbung padi saja, atau hanya lumbung konten, maupun menggabungkan keduanya dalam konsep yang kreatif.

 

Kerjasama

- Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER

- Dini Art Management

- Grand Rohan Hotel Jogja

APAKAH DOSEN SENI RUPA LUKIS HARUS BISA MELUKIS ?


 
Apakah dosen seni lukis harus bisa melukis? Pertanyaan ini sudah lama muncul, beberapa tahun lalu, terutama sejak temanku sesama dosen seni lukis di ISI Yogyakarta dikritik oleh seorang seniman yang mempertanyakan kualitas kesenimanannya.

Apakah dosen seni lukis harus bisa melukis? Aku mencoba mencari komparasi dengan profesi lain. Bukankah dokter spesialis kandungan tidak harus bisa mengandung? Berapa banyak pria yang menjadi dokter kandungan; ibu-ibu yang tengah hamil pun khusuk mendengarkan arahan sang dokter yang tidak becus mengandung itu. Apakah dengan demikian dosen seni lukis tidak mesti bisa melukis?

Tidak puas dengan itu, aku segera mencari pembanding lainnya. Bagaimana jadinya jika guru Bahasa Inggris tidak dapat berbicara menggunakan bahasa itu? Ia mesti menguasai gramatika bahasa asing sebelum mengajarkannya pada para murid yang akan menurutinya. Apakah dengan demikian dosen seni lukis mesti bisa melukis?

Perbandingan di atas skornya 1-1. Aku mesti mencari padanan lain. Pelatih sepak bola, yang umumnya telah berusia tua, pasti akan kepontal-pontal jika ditandingkan dengan anak didiknya yang masih belia. Tetapi, pelatih tersebut tentu memiliki banyak pengalaman tentang persepakbolaan, baik pengalaman yang dialami sendiri maupun sejarah pengalaman orang lain yang ia pelajari. 

Lebih dari itu, sang pelatih tadi mesti memiliki kemampuan untuk melatih. Mampu memberikan materi dengan dosis dan urutan yang tepat pada masing-masing anak didiknya. Sang pelatih mesti dapat melihat bara para pemain dan mengipasinya agar menjadi api yang berkobar-kobar sehingga anak buahnya dapat menjadi bintang lapangan yang menyala.

Sang pelatih bukanlah api itu sendiri, tetapi kipas yang dapat menyalakan bara. Guru bukan emas, tetapi piring dulang emas. Harga emas tentu jauh lebih mahal dari alat penyaring emas. Akan tetapi, tanpa alat yang murah itu emas tidak akan muncul, tetap tertimbun pasir-pasir kotor. 

Pelatih, pembina, guru, coach, maupun dosen mesti menyadari bahwa tugasnya bukan menjadi emas, tetapi menemukan emas, melahirkan kobaran api dari bara yang tersembunyi dalam dada muridnya, mahasiswanya.

Mental guru adalah mental pemberi ilmu, bukan mental pemain ilmu yang akan berlaga di rimba raya. Mental guru adalah mental pembimbing dan penguat muridnya agar mampu menerobos rintangan rimba yang penuh lubang kalajengking.

Itulah mengapa kebanggaan guru adalah ketika melihat muridnya dapat melakukan apa yang lebih baik dari dirinya. Keberhasilan guru adalah ketika melihat muridnya berhasil. Kebanggaan itu tetap ada, meskipun, misalnya, sang murid yang telah menjadi emas lalu lupa bahwa dulu pernah melewati piring dulang yang mengayakinya.

Dalam memberikan kritik seni, sebagai dosen seni lukis aku katakan apa adanya jika lukisan mahasiswa memiliki kelemahan di sini dan kelebihan di situ. Bahkan, di depan kelas tidak canggung kukatakan bahwa karyanya luar biasa dan aku tidak dapat membuat hal yang semacam itu. Inilah momentum yang membahagiakan, bukan malah merasa sedih karena tersaingi muridnya. Saat itu merasa lega karena sekan-akan tugasnya menjadi pengajar telah selesai.

Selain mengajar seni lukis di Prodi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, aku juga mengampu kuliah seni lukis di Kampus Seni Lukis PAINTING EXPLORER. Kampus online ini berbasis YouTube Membership di PAINTING EXPLORER Channel. Terdapat lima kelas di kanal ini: Kuliah Seni Lukis Sit In, Kuliah Seni Lukis Placement, Kuliah Sketsa, Seni Lukis Elementer, dan Seni Lukis Advance. Sebelumnya telah kuselenggarakan Kuliah Seni Lukis Abstrak sebagai giveaway syukuran setelah memperoleh lebih dari 10K subscriber.

Para mahasiswa di kampus ini membuatku tercengang: mereka memberikan kebahagiaan. Artinya, mahasiswa PAINTING EXPLORER mampu membuat karya-karya yang memuaskan, banyak yang telah melampaui kemampuan dosennya.

Untuk itu, untuk berbagi kegembiraan dengan publik, aku bersikeras agar karya para mahasiswa PAINTING EXPLORER dapat dipamerkan secara langsung, secara offline, secara luring. Akhirnya, setelah bekerjasama dengan Dini Art Management yang dikelola oleh Pak Taufik Ridwan, dan juga dukungan Grand Rohan Hotel Jogja yang memiliki tempat apik untuk pameran lukisan, eksibisi itu dapat diagendakan.

Pameran Seni Lukis Perdana Karya Civitas Akademika PAINTING EXPLORER ini mengambil tema “Lumbung Padi Lumbung Konten”. Gelaran seni yang dibuka pada tanggal 22 Oktober 2022, pukul 20:00 dan berlangsung hingga 22 November 2022 itu, alhamdulillah, mampu menghadirkan puluhan karya yang melewati proses diskusi perkuliahan. 

Dalam perkuliahan di YouTube PAINTING EXPLORER maupun di kampus ISI Yogyakarta, sebenarnya bukan hanya para mahasiswa yang sedang belajar. Aku juga banyak belajar dalam proses tersebut. Bagaimana cara mengajar seni lukis? Apa yang mesti ditekankan pada pertemuan pertama? Apa yang mesti dicari pada tahap akhir perkuliahan? Aku terus belajar dari para mahasiswa. Bahkan ide-ide segar yang tercermin dalam karya mahasiswa juga dapat menginspirasi dosennya. 

Dulu aku juga mahasiswa seni lukis yang memiliki bara dan api di dada, dan kini masih ingin menjaga bara dan api pembelajar. Ketika aku bertindak sebagai dosen yang mengipasi bara api mahasiswa, sebenarnya baraku juga terimbas sehingga ikut menyala.

Untuk itu, ketika api para mahasiswa PAINTING EXPLORER bergelora dalam pameran seni lukis “Lumbung Padi Lumbung Konten” aku juga ikut bergolak, bergejolak. Aku ikut menyelenggarakan pameran, pameran tunggal lukisan keempat dengan juluk “Responsibility: Apakah dosen seni lukis harus bisa melukis?”

Lalu, apakah dosen seni lukis harus bisa melukis? Aku belum tahu pasti, masih ingin mencari jawabannya. Masih ingin belajar. []



Jogja, Oktober 2022
Deni Je
Konten Kreator PAINTING EXPLORER

===


Pameran Tunggal Lukisan Deni Je ke-4
RESPONSIBILITY

Pembukaan: 22 Oktober 2022, pukul 20:00
Berlangsung hingga: 22 November 2022
Grand Rohan Hotel Jogja



INILAH LUKISAN ABSTRAK GEOMETRIS: Karya Dosen ISI Yogyakarta Purnatugas,...

Lukisan abstrak geometris ini dibuat oleh Wardoyo Sugianto. Pelukis ini dulu menjadi dosen seni lukis di Prodi Seni Murni FSR ISI Yogyakarta. Karya akrilik di kanvas ini dipamerkan dalam perhelatan seni yang menampilkan para pengajar seni rupa yang telah purna tugas.


KONSEP DAN JADWAL PAMERANG LUKISAN "LUMBUNG PADI LUMBUNG KONTEN"

 



Pameran Seni Lukis 

“Lumbung Padi Lumbung Konten”

Karya Civitas Akademika PAINTING EXPLORER

22 Oktober - 22  November 2022, Hotel Grand Rohan Jogja

Pembukaan 22 Oktober 2022, pukul 20:00 


=====


Konsep Pameran:

Jauh sebelum mengenal teknologi modern, masyarakat Nusantara telah memiliki cara untuk menyimpan padi agar awet, bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Piranti tradisional itu adalah lumbung padi. Setelah panen dan menjalani proses pengeringan, padi disimpan dalam lumbung. Ini merupakan cara masyarakat saat itu untuk menjamin ketahanan pangan, jaminan untuk menghadapi masa paceklik.

Bentuk lumbung padi ini artistik, dan setiap daerah memiliki keunikan, namun rata-rata memakai jenis rumah panggung, lantainya ditinggikan agar tidak menyentuh tanah.

Di Jawa, lumbung padi kadang disebut lumbung desa atau lumbung gabah. Masyarakat Minangkabau, membuat lumbung dengan pola rumah gadang dan menyebutnya Rangkiak. Sementara itu masyarakat Sunda membuat Leuit, dan penduduk Toraja mendirikan lumbung pada bergaya Tongkonan.

Di era teknologi informasi digital, lumbung padi mengingatkan pada fenomena passive income. Di dunia online passive income merupakan bentuk penghasilan yang diperoleh kendati penerima dalam keadaan pasif, tidak bekerja. Lebih tepatnya, pekerjaan hanya dilakukan sekali di awal tetapi hasilnya diperoleh sepanjang waktu. 

Contohnya adalah Microstock. Microstock berasal dari kata micropayment dan stock photography. Microstock merupakan stock atau gudang foto berkualitas tinggi, yang hak penggunaan atau lisensinya dapat dibeli dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan karya fotografer profesional. Seorang kontributor hanya perlu mengunggah sekali dan jika gambarnya didownload maka ia akan dibayar, jika karyanya diunduh berkali-kali ia pun gajian berkali-kali. Dengan kata lain Microstock adalah Lumbung Gambar.

Demikian pula, seorang YouTuber akan mendapatkan penghasilan adsense berkali-kali untuk sebuah video yang ia upload jika video itu ditonton viewers. Inilah Lumbung Konten.

Pelukis dapat merespon tema “Lumbung Padi Lumbung Konten” ini dari sudut pandang Lumbung Padi saja, atau hanya Lumbung Konten, maupun menggabungkan keduanya dalam konsep yang kreatif.


=====

Jadwal:


22 Oktober 2022, 20:00 : Pembukaan 

22 Oktober - 22  November 2022 : Pameran Berlangsung

9 September 2022, 20:00 : Rapat

21 Oktober 2022 : Cek kesiapan akhir

16 - 20 Oktober 2022 : Display

7 Oktober 2022 : Deadline pengiriman karya ke transit Jogja

6 Oktober 2022 : Deadline pengiriman foto karya dan CV


===== 


Kerja sama:

  • PAINTING EXPLORER Channel

  • Dini Art Management 

  • Hotel Grand Rohan Jogja